18 Ogos, 2010

Ramadan Pertama Michelle Mendez, Berat Tapi Nikmat



Ramadan ini adalah Ramadan pertama bagi Michelle Mendez, seorang warga Bahrain yang berasal Filipina yang baru masuk Islam pada tanggal 28 Jun 2010. Ia mengatakan, puasa Ramadan adalah proses perubahan dalam hidupnya setelah memeluk Islam.
"Menahan haus dan lapar pada siang hari adalah ujian. Tapi saya merasakan berpuasa sebagai sebuah pengalaman yang memuaskan batin saya," ujar Mendez.
Perempuan Filipina itu mengungkapkan, memerlukan masa selama tiga tahun sebelum ia memutuskan mengucapkan dua kalimat syahadat bulan Jun lepas. Sebelumnya, Mendez beragama Katolik tapi selama bertahun-tahun ia tidak lagi mempraktikkan ajaran agamanya itu dan menjadi seorang atheis.

Tiga tahun yang lalu, Mendez bertemu dengan seorang lelaki Bahrain, Nawood Al-Abbasi yang sekarang menjadi tunangnya. Nawoodlah yang mendorongnya untuk mempelajari agama Islam.
"Ketika saya bertemu dengannya, Saya adalah seorang atheis dan dialah orang yang menyarankan saya untuk belajar Islam dengan mengunjungi 'Discover Islam' dan mencari tahu apa itu Islam," tutur Mendez. Discover Islam adalah sebuah lembaga yang diperuntukkan bagi kalangan muslim dan non-muslim di Bahrain, yang ingin tahu atau belajar tentang agama Islam.
"Saya mempelajari banyak hal tentang Islam untuk meyakinkan diri bahwa agama ini baik buat saya. setelah waktu tiga tahun, saya akhirnya memutuskan masuk Islam. Waktu tiga tahun itu adalah sebuah proses dan menjadi seorang muslim adalah pilihan saya sendiri," papar Mendez.
Setakat ini, keluarga Mendez hanya tahu bahwa ia mempelajari Islam tapi belum tahu kalau Mendez sudah menjadi seorang muslimah.
Mendez mengakui banyak perubahan dalam diri mahupun penampilannya setelah ia memeluk Islam. Ia merasakan kedamaian dengan salat lima waktu serta jilbab yang kini dikenakannya. Mendez mengatakan bahwa ia sangat menantikan datangnya bulan Ramadan meski ia tahu akan berat menjalankannya kerana akan menjadi puasa Ramadan pertamanya.
Di hari pertama puasa, Mendez merasa sangat letih dan kepalanya pening menjelang petang hari. Tapi di hari selanjutnya ia mulai biasa. "Ramadan merupakan ibadah kita pada Allah dan saat dimana kita meningkatkan ketaqwaan kita pada-Nya. Pada bulan Ramadan, kita menahan lapar dan haus serta belajar mengawal diri. Jika kita merasa marah, kita harus mampu mengendalikan marah itu dan berhati-hati agar tidak melakukan perbuatan yang negatif," jelas Mandez.
"Saya menikmati pengalaman ini. Saat berbuka puasa, apalagi bersama teman, tetangga atau kerabat, suasananya sangat menyenangkan. Semua orang membawa makanan dan kita saling berbahagi," kata Mendez.
Lembaga "Disover Islam" muslimah, Renata Santibanez mengungkapkan ia memahami kesulitan yang dialami para mualaf saat menjalankan ibadah puasa Ramadan untuk yang pertama kalinya. "Mereka baru mengenal Islam dan mereka harus mengalami perubahan baik intenal maupun eksternal dalam diri dan kehidupan mereka," kata Santibanez.
"Puasa intinya bukan hanya pada makanan, tapi pada upaya untuk meningkatkan kualiti diri sebagai manusia. Saya menyarankan non-muslim juga berpuasa kerana berpuasa banyak manfaatnya, untuk mengendalikan hawa nafsu dan sebagai ajang pelatihan psikologis," sambungnya. (ln/GDN)

0 comments:

Catat Ulasan

Related Posts with Thumbnails
 
Share